Bulan Al-Qur’an

0
174

Oleh : Wido Supraha, M.Si.

alquranAl-Qur’an secara literal berarti bacaan. Kitab yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad Saw. untuk menjadi bacaan manusia di muka bumi, bahkan membacanya dengan lisan bernilai ibadah, apalagi menjadikannya panduan utama dalam memutuskan segala pilihan kehidupan. Nilainya akan semakin meningkat ketika dibaca di bulan Ramadhan, bulan diturunkannya Al-Qur’an sekaligus ke Baitul ‘Izzah pada malam yang diberkahi, dikarenakan seluruh amalan di bulan mulia ini akan dilipatgandakan sesuai kehendak Allah Swt. tanpa ada batasan tertentu. Maka Al-Qur’an seharusnya dibaca oleh setiap keluarga muslim setiap harinya, dan kemudian melanjutkannya dengan men-tadabburi ayat-ayatNya, dan memahami kandungan isinya merujuk kepada para ulama ahli tafsir yang otoritatif.

Rasulullah Saw. terbiasa mengulang bacaan dan hafalan Al-Qur’an beliau selama bulan Ramadhan langsung di bawah bimbingan langsung Ruhul Amin, Jibril a.s. Kebaikan dan amal ibadah Nabi Saw. begitu meningkat khususnya yang berinteraksi langsung dengan Al-Qur’an. Menjadi sesuatu yang baik bagi kaum muslimin untuk memperdengarkan bacaan Al-Qur’an secara bergiliran dalam bentuk tadarus, menikmati bacaan Al-Qur’an imam dalam shalat Tarawih (qiyamullail) yang tenang, menyetor hafalan Al-Qur’an setiap hari, dan memotivasi seluruh isi rumah untuk mencintai Al-Qur’an.

Seluruh aktifitas Al-Qur’an kita di bulan Ramadhan akan membuka peluang kaum muslimin mendapatkan syafaat di hari Kiamat. Kelak puasa akan bersaksi bahwa ia telah menghalangi manusia untuk makan, minum dan memenuhi syahwatnya. Al-Qur’an pun akan bersaksi bahwa ia telah menahan manusia dari tidur di sepanjang malam, karena lebih dominan membaca Al-Qur’an. Semoga bulan Ramadhan akan memotivasi kita lebih dalam untuk bersabar dan bersungguh-sungguh menjadi sahabat Al-Qur’an, berakhlak dengan akhlak Al-Qur’an, sehingga akan terlahir komunitas pribadi Qur’ani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here