Soal 03: Letak Keadilan Allah Swt?

0
295

29-Al-Adl-flower-blackPertanyaan:

Bagaimana letak keadilan Allah SWT jika yang meninggal sejak ribuan tahun yang lalu dan mendapatkan siksa kubur di bandingkan orang yang baru meninggal mendekati hari kiamat dan waktu untuk mendapatkan siksa kuburnya lebih singkat?

(Pertanyaan dari salah satu peserta Grup Majelis Iman Islam (MANIS) via WhatsApp)

Jawaban:

Assalamu ‘alaikum warahmatullah,

Letak keadilan Allah Swt ada pada sifat-Nya sebagai sebaik-baik pengadil dan hakim, sebaik-baik Pemberi Keputusan dan Pengadil yang seadil-adilnya. Allah Swt. telah menegaskan hal ini dalam firmannya,

أَلَيۡسَ ٱللَّهُ بِأَحۡكَمِ ٱلۡحَـٰكِمِينَ (٨)

“Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?” (Q.S. At-Tin/95: 8)

Allah Swt yang menegakkan keadilan, sebagaimana para Malaikat dan orang-orang berilmu telah meyakininya,

شَهِدَ ٱللَّهُ أَنَّهُ ۥ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ وَٱلۡمَلَـٰٓٮِٕكَةُ وَأُوْلُواْ ٱلۡعِلۡمِ قَآٮِٕمَۢا بِٱلۡقِسۡطِ‌ۚ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَڪِيمُ (١٨)

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q.S. Ali ‘Imran/3:18)

Menetapkan hukum yang pantas bagi setiap manusia adalah milik Allah Swt., dan tidak akan ada yang meraza terzhalimi, karena Allah Swt. memberikan ganjaran sesuai kadar masing-masing. Allah Swt berfirman,

إِنِ ٱلۡحُكۡمُ إِلَّا لِلَّهِ‌ۖ يَقُصُّ ٱلۡحَقَّ‌ۖ وَهُوَ خَيۡرُ ٱلۡفَـٰصِلِينَ (٥٧)

Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik. (Q.S. Al-An’am/6:57)

Sehingga Allah Swt. pun mengajarkan kepada kita untuk sentiasa berdo’a kepada-Nya

وَسِعَ رَبُّنَا كُلَّ شَىۡءٍ عِلۡمًا‌ۚ عَلَى ٱللَّهِ تَوَكَّلۡنَا‌ۚ رَبَّنَا ٱفۡتَحۡ بَيۡنَنَا وَبَيۡنَ قَوۡمِنَا بِٱلۡحَقِّ وَأَنتَ خَيۡرُ ٱلۡفَـٰتِحِينَ (٨٩)

Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allah sajalah kami bertawakkal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak [adil] dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya. (Q.S. Al-A’raf/7:89)

Sejak manusia ini ada, manusia secara berkala diturunkan kepada mereka seorang Nabi atau Rasul untuk mengajarkan Islam kepada mereka, dan setiap manusia akan dibalas dengan balasan yang seadil-adilnya oleh Allah Swt atas seluruh keputusan hidup mereka terkait agama mereka. Allah Swt. berfirman,

وَلِڪُلِّ أُمَّةٍ۬ رَّسُولٌ۬‌ۖ فَإِذَا جَآءَ رَسُولُهُمۡ قُضِىَ بَيۡنَهُم بِٱلۡقِسۡطِ وَهُمۡ لَا يُظۡلَمُونَ (٤٧)

Tiap-tiap umat mempunyai rasul; maka apabila telah datang rasul mereka, diberikanlah keputusan antara mereka dengan adil dan mereka (sedikit pun) tidak dianiaya. (Q.S. Yunus/10:47)

وَمَن يَعۡمَلۡ مِنَ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَهُوَ مُؤۡمِنٌ۬ فَلَا يَخَافُ ظُلۡمً۬ا وَلَا هَضۡمً۬ا (١١٢)

Dan barang siapa mengerjakan amal-amal yang saleh dan ia dalam keadaan beriman, maka ia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya. (Q.S. Thaha/20:112)

Neraca keadilan adalah milik Allah Swt, agar tidak ada satu manusiapun yang akan merasa tidak diperlakukan secara adil.

ٱللَّهُ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ ٱلۡكِتَـٰبَ بِٱلۡحَقِّ وَٱلۡمِيزَانَ‌ۗ وَمَا يُدۡرِيكَ لَعَلَّ ٱلسَّاعَةَ قَرِيبٌ۬ (١٧)

Allah-lah yang menurunkan kitab dengan [membawa] kebenaran dan [menurunkan] neraca [keadilan]. Dan tahukah kamu, boleh jadi hari kiamat itu [sudah] dekat? (Q.S. Syura/42:17)

Maka kadar hukuman Allah untuk setiap manusia tentulah ada dalam keadilan-Nya, sehingga tak satupun manusia akan merasa bahwa hukumannya terasa lebih berat atau ringan dari yang lain.

Keyakinan kita akan perkara ghaib, adanya nikmat dan adzab kubur, adalah bagian dari iman, sehingga Nabi Saw pun sentiasa bermunajat kepada-Nya agar terhindar dari adzab kubur. Dimanapun manusia berada, apakah di dalam tubuh binatang, di dalam lautan, debu di daratan, atau telah hancurnya jasad menyatu dengan tanah, tidak sedikitpun mengurangi kualitas nikmat dan adzab Allah Swt kepada para hamba-Nya. Inilah penegasan Allah Swt dalam Q.S. Ghafir/40:46, Q.S. Ath-Thur/52:47 dan Q.S. As-Sajdah/32:21.

Kubur merupakan alam barzakh antara dunia dan akhirat. Disebut barzakh karena ia pemisah antara dua hal, sebagaimana Q.S. Al-Mukminun/23:100)

Sebagaimana Imam Ath-Thahawi mengatakan, “Kubur adalah kebun indah di antara kebun-kebun Surga, atau sebaliknya, salah satu lubang neraka.”

Wa ‘alaikumussalaam warahmatullah,

Dr. Wido Supraha

(Pengasuh Kajian Aqidah via Twitter @RisalahAqidah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here