Siapakah Syi’ah?

1
129

edit-syiah2📝 Pemateri: Dr. Wido Supraha

Syi’ah berarti pendukung, pembela. Syi’ah Ali adalah Pendukung Ali r.a., Syi’ah Mu’awiyah adalah pendukung Mu’awiyah r.a. Namun baik Syi’ah Ali maupun Syi’ah Muawiyah di masa itu keduanya Ahlus Sunnah wal Jama’ah, karena aqidah dan fahamnya sama, Al-Qur’an dan As-Sunnah.[1] Namun setelahnya Syi’ah kemudian berkembang dari aliran politik menjadi aliran aqidah dan fiqh baru yang menyesatkan.
Sumber rujukan Syi’ah ada 4 Kitab (Al-Kutub al-Arba’ah):
1. Al-Kaafi (16.199 hadits) ditulis oleh Abu Ja’far Muhammad bin Ya’kub bin Ishak al-Kulaini (wafat 329H)
2. Man La Yadhurruh al-Faqih (6.593 hadits) ditulis oleh Abu Ja’far Ash-Shaduq Muhammad bin Ali Babawaih (wafat 381H)
3. At-Tahdzib (13.590 hadits) ditulis oleh Abu Ja’far Muhammad bin al-Hasan Ali ath-Thusi (wafat 460H)
4. Al-Istibshar (6.531 hadits) ditulis oleh Abu Ja’far Ath-Thusi (Syaikhut Thaifah)
Keempat kitab ini terus diproduksi hingga hari ini, sehingga salah satu kitab Syi’ah berjudul Al-Muraja’at ditulis oleh Abd Husein Syarafuddin al-Musawi, diterjemahkan oleh MIZAN dengan judul “Dialog Sunnah Syi’ah” menegaskan bahwa keempat kitab tersebut telah sampai kepada kita dengan mutawatir, isinya shahih tanpa keraguan.[2]

Syi’ah kemudian berpecah menjadi banyak firqah: Syi’ah 7, Syi’ah 12, Syi’ah 12 Ja’far, Hasyimiyah, Hamziyah, Manshuriyah, Mughiriyah, Harbiyah, Khatthabiyah, Ma’mariyah, Bazighiyah, Sa’idiyah, Basyiriyah, ‘Albaiyah, Hisyamiyah, Ruzamiyah, Nu’maniyah, Musailamiyah, Isma’iliyah, Waqifiyah, Mufawwidhah, Ghurabiyah, Kamiliyah, Nushairiyah, Ishaqiyah.[3]

Perbedaan yang banyak ini dijelaskan oleh Fakhruddin ar-Razi dalam Al-Muhashshal, “Ketahuilah bahwa adanya perbedaan yang sangat besar seperti tersebut di atas, adalah merupakan satu bukti konkret tentang tidak adanya wasiat teks penunjukan yang jelas dan berjumlah banyak tentang Imam yang Duabelas seperti yang mereka klaim itu.”[4] Inti ajaran Syi’ah terlihat hanya terpusat pada masalah Imam saja, dan tidak boleh diluar dari nama-nama yang mereka yakini [5]

Syi’ah yang berkembang pesat hari ini adalah Syi’ah Imamiyah Dua Belas, karena telah menjadi mayoritas di Iran, Irak, Suriah, Libanon, dan negara lainnya.[6] Meyakini bahwa kepemimpinan ada pada 12 Imam:
1. ‘Ali bin Abi Thalib
2. Hasan bin ‘Ali
3. Husein bin ‘Ali
4. Ali Zain al-Albidin
5. Muhammad al-Baqir
6. Jafar al-Shadiq
7. Musa al-Kazhim
8. Ali al-Ridha
9. Muhammad al-Jawwad
10. Ali al-hadi
11. Al-Hasan al-Askari
12. Muhammad al-Muntazhar

Muhammad al-Muntazhar dikisahkan ketika masih kecil hilang dalam gua yang terletak di Masjid Samarra, Iraq. Mereka meyakini akan hilangnya untuk sementara dan akan kembali sebagai al-Mahdi untuk langsung memimpin umat. Nama lainnya Imam Tersembunyi (Al-Imam al-Mustatir) atau Imam yang dinanti (Al-Imam al-Muntazhar). Periode menanti kehadirannya disebut Al-Ghaibah al-Kubra, diisi oleh kepemimpinan raja, imam dan ulama mujtahid Syi’ah.[7]

Syi’ah Imamiyah mengklaim bahwa Al-Qur’an saja tidak cukup untuk menerangkan agama, perlu adanya seorang imam. Kebanyakan ulama mereka terdahulu mengklaim bahwa Al-Qur’an itu kurang karena pengurangan, sehingga tentu ada kemungkinan penambahan. Mereka juga mengklaim dari sekitar 10.000 sahabat Nabi Saw hanya 4 orang saja yang tidak mengkhianati Rasulullah Saw. Maka mereka telah meyakini bahwa Islam telah gagal sejak kali pertama, juga kegagalan Rasulullah Saw dalam mendidik![8]

Maka tidak heran kalau mereka memiliki banyak teori baru dalam akidah seperti Kemakshuman para Imam, Bada’ (Mengetahui hal yang Ghaib), Raj’ah (Reinkarnasi), dan Taqiyah (Kepura-puraan)[9]

💡🔑 Sebuah keyakinan jika tidak dibangun di atas wahyu maka yang terjadilah adalah kerusakan metodologi dan pondasi berfikir.

Maraji’
1] Drs. KH. Moh. Dawam Anwar, Katib Aam PBNU 1994-1998, dalam makalahnya berjudul “Inilah Haqiqat Syi’ah”.
2] KH. Thohir Abdullah al-Kaff, Mantan Ketua Yayasan Al-Bayyinat Bidang Dakwah, dalam makalahnya berjudul “Perkembangan Syi’ah di Indonesia”.
3] KH. Drs. M. Nabhan Husein, Mantan Ketua DDII Jakarta, dalam makalahnya berjudul “Tinjauan Ahlus Sunnah terhadap Faham Syi’ah tentang Al-Qur’an dan Hadits”.
4] DR. M. Hidayat Nur Wahid, Mantan Ketua Yayasan Haramain, dalam makalahnya berjudul “Syi’ah dalam Lintasan Sejarah”.
5] Farid Ahmad Okbah, Ahlussunnah wal Jamaah dan Dilema Syi’ah di Indonesia, hlm. 25.
6] Abdurrahman bin Sa’ad bin Ali asy-Syatsri, Pengajar Tetap Masjid Quba, Aqaid asy-Syi’ah al-Itsna Asy’ariyyah
7] KH. Abdul Latief Muchtar, MA., Mantan Ketua PERSIS, dalam makalahnya “Sunnah-Syi’ah Dua Ajaran Yang Saling Bertentangan”.
8] Ahmad bin Sa’ad al-Ghamidi, Hiwar Hadi ma’a ad-Duktur al-Qazwini asy-Syi’i al-Itsnai Asyari, Mukaddimah
9] Ali Ahmad as-Salus, Ma’a asy-Syi’ah al-Itsna ‘Asyariah fi al-Ushul wa al-Furu’ (Mausu’ah Syamilah), Mesir: Dar at-Taqwa, 1997

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

1 COMMENT

  1. Pertanyaan:
    ————–
    A. Pertanyaan I (RPU)
    1) kalu syiah rafidhah itu golangan mereka juga atau bagaimana tadz ?
    2) cara membedakan seseorang itu syiah bagaimana ya ? Apalagi mereka sudah berada disektiar kita, mungkin lebih ke karakteristik nya tadz
    Syukron tadz

    B. Pertanyaan II (RO)
    3) Klo org yg mendirikan sholat 4 rekaat setelah sholat jumat tanpa berdzikir dulu, itu apa ada dalilnya.?
    4) Dan ada sumber yg menyatakan klo org yg sholat 4 rekaat setelah sholat jumat itu termasuk taqiyahnya org2 syiah, apa benar?

    C. Pertanyaan III (YY)
    5) Tolong di jelaskan secara rinci pembgin syiah itu misalnya aqidah nusyariah itu seperti apa dan yg lainnya dan yh paling sesat yg mana?
    Klu kang jalal itu syiah apa pak?
    Hatur nuhun

    Jawaban:
    ———–
    Bismillah,

    A. Akh RPU,
    1) Na’am, Rafidhah adalah dari bagian mereka.
    2) Membedakan Syi’ah ada dari zhahir fisiknya dan pemikirannya jika memang ditampilkan. Secara zhahir misalkan: Tidak Shalat Jum’at, Lebih suka Shalat 3 waktu, Shalat menggunakan tanah dari karbala dari bagian alas sujud, sangat membenci sahabat Nabi Saw kecuali sedikit saja di antaranya; Secara pemikiran: senang dengan pemikiran para ulama Syi’ah, sangat memusuhi Ahlus Sunnah, dan ciri sejenisnya.

    B. Akh RO
    3) Tidak ada dalilnya, dan hendaknya dia berdzikir terlebih dahulu baru shalat 4 raka’at
    4) Tidak benar seperti itu. Hal ini merujuk pada hadits Nabi Saw. dari Abu Hurairah r.a.,
    إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمُ الْجُمُعَةَ فَلْيُصَلِّ بَعْدَهَا أَرْبَعًا
    Maka shalatlah 4 raka’at setelah shalat Jum’at (HR. Muslim)

    Bahkan dikesankan makruh mendekati haram, melaksanakannya secara langsung, jika kita merujuk kepada hadits Nabi Saw.,
    أَنْ لاَ تُوصَلَ صَلاَةٌ حَتَّى نَتَكَلَّمَ أَوْ نَخْرُجَ
    Jangan langsung Shalat setelah selesai Shalat, sebelum kita berbicara atau pindah dari tempat Shalat (HR. Muslim)

    C. Akh YY,
    5) Aqidah Syi’ah yang paling sesat adalah meyakini bahwa Al-Qur’an yang hadir sekarang bukanlah yang sempurna, yang meyakini bahwa tidak ada sahabat Nabi Saw yang tersesat kecuali hanya sekitar 17 orang saja, dan hal-hal yang bersifat fundamental dari keimanan.
    Adapun Nushairiyah, ini semacam sufinya mereka, dari kalangan Alawiyyin, merujuk ke Muhammad bin Nushair, ada banyak catatan terhadapnya dan pembahasannya cukup panjang. Kang Jalal, adalah Syiah Imam 12, rafidhah.

    Wallaahu a’lam bi ash-shawab,
    supraha.com

    Pertanyaan Tambahan (RPU)

    Tadz, tapi apa setiap orang syiah seperti itu ??
    ane pernah denger juga kalau mereka pasti menutupi ke syiahan nya

    Jawaban Tambahan:
    Jika setiap manusia menutupi keyakinannya, maka tidak akan ada yang mengetahuinya.
    Pemikiran manusia diketahui setelah ditampakkan atau disebarkan.

    Wallaahu a’lam,
    supraha.com

    Pertanyaan Tambahan (RO)
    ————————–
    Di kampus ana dapat materi kalo salah satu bentuk taqiyah syiah itu mendirikan shalat 4 rakaat setelah shalat jumat langsung, hal tersebut di dasarkan pada aqidah syiah yg meyakini klo shalat jumat itu hukumnya sunnah, ana juga pernah bertanya kpd salah satu teman ana yg kebetulan pengikut syiah, dia menyatakan klo shalat jumat bersama umat islam yg d imami bkn dri syiah maka tdk sah sholatnya, jadi dia wajib mengulanginya dg shalat dzuhur, bukan shalat jumat..

    Jawaban Tambahan
    —————-
    Di Iran, mayoritas tidak ada shalat Jum’at. Kalaupun Syiah mengikuti Shalat Jum’at, maka mereka akan bersegera shalat 4 rakaat, karena menganggap Shalat Jum’at itu bagian dari Shalat Zhuhur, dan kemudian menjamak dengan Ashar, sebagaimana kebiasaan mereka shalat 3 waktu.

    Wallaahu a’lam,
    supraha.com

    Pertanyaan:
    ————–
    D. Pertanyaan IV (SG)
    6) Bagaimana perkembangan Syiah di Indonesia, sesuai pengetahuan ustadz Wido..

    E. Pertanyaan V (ER)
    7) Bagaimana cara kita menyikapi aliran syiah yg telah beredar di indonesia ini?

    F. Pertanyaan VI (MYA)
    8) Bagaimn dengan syiah zaidiyah…kata mrk dekat dengan ahlusu nah

    Jawaban:
    ———–
    Bismillah,

    D. Akh SG
    6) Syi’ah berkembang dengan cukup pesat di Indonesia. Mereka menggelontorkan dana cukup besar di bidang pendidikan, dan bekerjasama strategis dengan banyak lembaga pendidikan, dan mereka sebarkan di beberapa lokasi strategis di seluruh Indonesia. Perkembangan di atas aliran-aliran yang mereka miliki tentunya.

    E. Akh ER
    7) Mensikapi segala hal yang menyimpang, maka jangan terlalu fokus dengan gerak mereka, tapi fokuslah dengan gerak kita.
    Kaum muslimin benar-benar harus menyadari bahwa persatuan sesama ahlus sunnah adalah sebuah kemestian. Kita harus mampu bekerjasama dalam banyak hal yang kita sepakati dan bertoleransi dalam sedikit hal yang kita belum bersepakat. Yang kita perlu lakukan adalah da’wah secara massif dengan ragam bentuk: Gerakan Pemikiran, Training for Trainer, Gerakan Sosialisasi, Gerakan Edukasi, Gerakan Kaderisasi.

    F. Akh MYA
    8) Na’am, mereka lebih dekat dengan kita. Ini kelompok yang meyakini kepemimpinan Zaid bin Ali bin Husain Zainal Abidin setelah Husain bin Ali. Secara teologi mereka tidak menolak prinsip ‘Imamat al-mafdhul ma’a wujud al-Afdhal, yaitu bahwa seseorang yang lebih rendah tingkat kemampuannya dibanding orang lain yang sezaman dengannya dapat menjadi pemimpin, sekalipun orang yang lebih tinggi darinya itu masih ada. Dengan konsep ini, mereka meyakini bahwa Ali r.a. dinilai lebih tinggi dari Abu Bakar r.a. dan Umar r.a. Pemikirannya sebagian dekat ke Mu’tazilah. Nanti dari kelompok Zaidiyah turunannya ada Jarudiyyah, Sulaimaniyyah, dan Badriyah.

    Wallaahu a’lam bi ash-shawab,
    supraha.com

    Pertanyaan:
    ————–
    G. Pertanyaan VII (YY)
    9) Ustd.katanya ada syiah yg paling srsat yaitu yg mna ali itu sejajr bahkan lebih tinggi kedudukannya
    dari Allah,betulkh?

    H. Pertanyaan VIII (SD)
    10) Begini tadz..
    Saat ini hampir di semua medsos rame banget kampanye anti syiah, syiah bkn bagian islam lah, syiah mau hancurkan nkri lah apa lah mcm² pokoknya..
    Nah pertanyaannya dosa apakah yg telah dibuat syiah kpd nkri ini tadz?
    Kok sampe segitu massifnya kampanyenya?
    Pdhl sepanjang yg saya tahu yg sering bikin onar bikin teror bom bunuh diri dsb jelas² bknlah syiah..
    Bgmn ustadz menanggapi hal ini?
    Maaf kalo pertanyaanya agak nyleneh

    I. Pertanyaan IX (Fulan)
    11) Sbg orang awam, utk kehati2an kita bersama… mohon ustd bs sebutkan:
    1. tokoh2 syiah indonesia
    2. penerbit2 buku syiah
    3. situs2 online terkenal milik syiah…

    Jawaban:
    ———–
    Bismillah,

    G. Akh YY
    9) Afwan, ana tidak tahu.

    H. Akh SD
    10) Pertanyaan antum bagus, dan tidak nyeleneh. Ana senang dengan pertanyaan sejenis.
    Pertama, perlu dimaknai kembali apa makna kampanye massif, teror, dan bikin onar.
    Syi’ah sebagai realitas minoritas yang bisa dilakukannya adalah kampanye secara massif. Mereka bekerja cerdas di atas kondisi mereka.
    Mereka pun membuat onar dengan pemikiran mereka di negeri yang damai dengan keyakinan tauhid kita, sehingga kita sarankan kepada mereka untuk sebaiknya memilih berdakwah di luar Indonesia
    Mereka pun melakukan teror dengan memecah belah ahlus sunnah untuk saling membenci di antara kita, membuat stigma-stigma tertentu untuk memberi label kurang baik kepada ahlus sunnah untuk jangka panjang dakwah mereka. Terma seperti wahabi menguntungkan mereka. Di sebagian situs Islam terkenal, mereka pun akan membuat situs mirip dan sejenis untuk mencari celah jika kapan-kapan ada ahlus Sunnah yagn salah klik, mereka akan membaca informasi berkebalikan. Maka yang bisa mereka lakukan dalam jumlah yang sedikit adalah perang pemikiran, menguasai panggung politik, dan mendekati akademisi Islam dengan menjanjikan kenikmati surga dunia.
    Maka ini dikembalikan kepada terma massif, teror, dan onar, yang harus kita pahami secara adil dan sempurna.

    I. Akh Fulan
    11) Yakni:
    a. Tokoh-tokoh Syi’ah: Kang Jalal, Dina Y. Sulaiman, Haidar Bagir, Dr. Khalid al Walid, Muhsin Labib, Haddad Alwi, dan banyak lainnya.
    b. Penerbit yang dimiliki Syiah: Mizan, Az-Zahra, Lentera, Pustaka Hidayah, YAPI Jakarta, Yapi Bangil, Rosda Karya, Al Hadi, CV. Firdaus, Pustaka Firdaus, Risalah Masa, dan masih banyak lagi, ada puluhan.
    c. Situs Online: IJABI, ABI, dan situs-situs yang mirip-mirip dengan situs ahlus sunnah tapi beda di akhiran saja, atau di kalimat yang mirip

    Demikian, mohon maaf jika lama mengetiknya. Semoga kesabaran antum dalam menunggu meraih balasan terbaik dari Allah Jalla wa ‘Ala.

    Wallaahu a’lam bi ash-shawab
    supraha.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here