Soal 08: Apakah Sabar itu Berbatas?

0
3903

Screen Shot 2015-11-11 at 10.15.31 PMPertanyaan:

Tentang shabar .. kadang ada yang bilang shabar itu ada batasnya, sebenarnya bagaimana?

Jawaban:

Assalamu ‘alaikum warahmatullah,

Iman itu adalah sabar, maka sabar pada hakikatnya tiada batasnya, hingga apa yang diridhai Allah ﷻ dapat dilaksanakan sesuai ketentuannya. Sabar dalam ketaatan kepada Allah ﷻ tentu bersifat terus-menerus sebagai wujud ketaatan, sabar dalam menjaga diri dari kemaksiatan tentu bersifat terus menerus sebagai wujud ketaqwaan, sabar dalam menghadapi musibah tentu harus menjadi hal yang pertama agar mendapatkan kebaikan dan balasan yang terbaik dari Allah ﷻ, sabar dalam mencintai Allah ﷻ adalah sebuah keniscayaan yang tentu diharapkan tidak memiliki batas sama sekali.

Begitu pentingnya sabar, sehingga Allah ﷻ memerintahkan mukmin agar sentiasa menjadikan sabar sebagai penolongnya. Maka dalam hal ini satu prinsip yang penting untuk kita ambil adalah bahwa sabar itu terpuji jika dilakukan pada waktunya yang tepat. Segala sesuatu jika dilakukan tidak lagi pada waktunya maka tidak akan melahirkan hasil yang baik, atau jika dilakukan di luar pada waktunya hanya akan melahirkan penyesalan karena tidak bernilai sama sekali. Dalam hal ini, Allah ﷻ telah berfirman dalam Q.S. Ibrahim/14:21, tentang bagaimana sabar di Padang Mahsyar tidak lagi bermanfaat, karena sabar itu ada dalam konteks dunia,

14_21

Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap ke hadirat Allah, lalu berkatalah orang-orang yang lemah kepada orang-orang yang sombong: “Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan daripada kami azab Allah (walaupun) sedikit saja? Mereka menjawab: “Seandainya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu. Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri”.

 

Sabar dalam konteks dunia yang terpuji adalah ketika manusia tidak sekedar sabar, namun justru menguatkan sabar dengan melipatgandakan kualitasnya, musabarah, sehingga tingkat kesabaran manusia jauh di atas kesabaran musuh-musuhnya dalam agama. Dalam hal ini, Allah ﷻ telah berfirman dalam Q.S. Ali ‘Imran/3:200,

3_200

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.

 

Wallahul musta’an,

Dr. Wido Supraha

Silahkan download aplikasi di: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.supraha

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here