Jadilah Pedagang Sukses!

0
267

sukses_dagangOleh: Dr. Wido Supraha

وَأَحَلَّ ٱللَّهُ ٱلۡبَيۡعَ وَحَرَّمَ ٱلرِّبَوٰاْ‌ۚ

Q.S. Al-Baqarah [2] : 275

 

🌷 Jual-Beli (al-Bai’) tidak sama dengan Riba, meskipun keduanya sama-sama melahirkan keuntungan, namun ar-Riba diharamkan dan al-Bai’ dihalalkan.

🔹Riba diharamkan karena pemilik uang menerima tambahan uang dengan sebab penundaan pembayaran dan tambahan waktu pada orang yang berutang padanya.

🔹Jual-beli dihalalkan karena penjual mengambil keuntungan dari barang dagangannya

(Lihat tafsir Ibn Jarir ath-Thabari)

 

🌷 Mencari nafkah dari jerih payah tangan sendiri adalah kemuliaan dalam agama, dan menjadi pedagang adalah satu di antara kemuliaan itu. Hal ini karena kebaikan hasil usaha tangan dapat melepaskan diri dari ketergantungan terhadap manusia.

🔹Para Nabi juga bekerja dengan kedua tangannya untuk nafkah hidup keluarganya, dan tidak makan kecuali dari hasil kerja tangannya

 

كان داود زارادا، و كان آدم حراثا، و كان نوح نجارا، و كان إدريس خياطا، و كان موس راعيا

Daud adalah pembuat baju besi, Adam adalah petani, Nuh adalah pedagang, Idris adalah penjahit, dan Musa adalah penggembala.

(Ibn Abbas dalam al-Mustadrak dengan sanad yang lemah)

🔹Manusia yang bermalam dalam keadaan lemas dan lesu karena bekerja, maka dia bermalam dalam keadaan terampuni.

🔹Demikian pula dengan Abu Bakar r.a. yang mencintai berdagang, bahkan saat telah menjadi Khalifah pun beliau tetap berusaha memenuhi nafkah keluarganya dengan berdagang, hingga kemudian Umar bin Khaththab r.a. dan Abu Ubaidah bin Jarrah r.a. menemuinya agar fokus dalam melayani umat, dan dengannya Abu Bakar r.a. mendapatkan gaji dari Baitul Maal.

🔹Diskursus di kalangan ulama justru pada ‘pekerjaan tangan’ apa yang paling utama, apakah pertanian, perdagangan, atau keterampilan. Imam Nawawi memilih pertanian, karena menanam sesuatu yang bermanfaat untuk orang banyak, dan menegaskan bahwa mendapatkan harta benda dari orang-orang kafir (baca: ghanimah) dari berjihad adalah puncaknya.

 

🌷 Berdagang dengan penuh kemurahan hati, tidak bersitegang dan tidak menggunakan kata-kata buruk, serta memudahkan dalam menjual barang akan mendapatkan kasih sayang Allah.

🔹Berilah keringanan jika pembeli tidak mampu membayar sesuai waktu yang ditetapkan, berikanlah kelonggaran, karena manusia akan mendapatkan 3 hal bersamanya:

– Mendapatkan naungan Allah di bawah Arsy-Nya

– Memeliharanya dari luapan neraka Jahannam

– Diselamatkan Allah dari kesulitan Hari Kiamat

 

🌷 Jadilah pedagang yang diberkahi Allah Swt karena dapat dipercaya (trusted), bukan karena sering bersumpah atas nama Allah, namun karena transparan dalam menjual barang dan menjelaskan mana barang yang bagus dan mana barang yang memiliki cacat, keburukan dan kerusakan.

🔹Jangan takut barang Anda tidak terjual hanya karena kejujuran Anda, bahkan teknologi informasi, data dan sosial media hari ini pun telah menggunakan metode ini, dan terbukti jual-beli tetap berlangsung dengan nilai sesuai kondisi barang dan lahir keridhoan di antara kedua belah pihak.

🔹Selama penjual dan pembeli belum berpisah, maka transaksi di antara keduanya tetap dapat berubah dan dibatalkan.

 

🌷 Jadilah pedagang yang senang bertemu dengan banyak manusia agar dipanjangkan umurnya dan diluaskan pendapatannya

🔹Tawarkanlah produk Anda kepada sebanyak mungkin manusia.

🔹Galilah potensi bisnis dari kebersamaan Anda bersama banyak manusia.

🔹Sungguh mencari kekayaan dari jalan yang halal jauh lebih banyak ragamnya daripada mengumpulkan dari jalan syubhat (meragukan) apalagi yang haram, maka janganlah ada lagi yang berpendapat: “Mencari yang haram saja susah, apalagi yang halal.” Ingatlah sabda Nabi Saw.,

 

يأتي على الناس زمان، لا يبالي المرء ما أخذ منه أمن الحلال أم من الحرام

“Akan datang kepada manusia suatu masa dimana seseorang tidak peduli apa yang ia ambil, apakah dari yang halal atau dari yang haram.” (HR. Bukhari No. 2059)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here