Peneliti INSISTS Kritisi Penafsiran JIL Soal Kisah Nabi Luth

0
267

logo_resmi_insistsPENELITI INSISTS Dr. Wido Supraha mengkritik pandangan kelompok Jaringan Islam Liberal (JIL) soal Kisah Nabi Luth dalam Al Qur’an.

Seperti diketahui JIL lewat  Ulil Abshar Abdalla meminta kisah Nabi Luth as harus ditafsir ulang, karena menurutnya tidak ada di dalam Al Qur’an, pernyataan yang jelas soal homoseksual.

Selanjutnya JIL juga mengklaim kaum Nabi Luth diazab karena ingin melampiaskan hasrat seksualnya secara paksa terhadap tamunya, bukan tindakan homoseksual.

Terkait hal itu, Wido menunjukkan dalil yang tegas untuk merespon Ulil Abshar Abdalla. Dalam QS Al ‘Araf (80-84), terdapat kata fahisyah, sebuah perbuatan yang belum pernah dilakukan oleh kaum sebelumnya.

“Terkait hubungan seksual, bahasa Al Qur’an itu begitu tinggi, halus dan tidak dimengerti oleh orang-orang yang bodoh. Kata fahisyah dalam tafsir At Thabari adalah perbuatan homoseksual,” ujarnya dalam diskusi dan kajian bertemakan “LGBT & Kebebasan Seksual: Perspektif Feminisme dan Islam” di Aula INSISTS, Jakarta, belum lama ini.

Bahkan tanpa ditafsirkan pun, kata Wido, pemaknaan dalam ayat tersebut sudah begitu jelas. Hal itu dapat dilihat dalam QS Hud (77-83). Dijelaskan, bahwa kaum Nabi Luth tidak mempunyai keinginan terhadap putri-putrinya. Intinya kaum Nabi Luth tidak suka dengan perempuan.

Juga dijelaskan dalam QS  As Syu’ara (165-166), “Mengapa kamu mendatangi jenis lelali diantara manusia.” Kemudian QS Al Ankabut 28-29, dijelaskan ketika kaum Luth menantang azab Allah. “Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.”

“Tapi Ulil Abshar Abdallah dalam akun twitternya seperti menantang azab Allah. Soal diazab atau tidak itu kehendak Allah. Ketika suatu negeri diazab, maka status orang sholeh akan dibangkitkan di atas niatnya masing-masing. Yang pasti, Nabi Luth sudah berdakwah, tapi dakwahnya ditolak oleh kaumnya. Hingga turunlah azab,” pungkas Wido. (Desastian/Islampos)

Source: https://www.islampos.com/peneliti-insists-kritisi-penafsiran-jil-soal-kisah-nabi-luth-254250/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here