Catatan Sekolah Konstitusi Edisi III: Ideologi Institusi dan Piagam Jakarta

0
158

wordle-konstitusiPenyelenggara: FPKS MPR RI
Pemateri: Ridwan Saidi (Sejarawan & Budayawan)
Lokasi: Ruang GBHN, Gedung Nusantara V, Kompleks MPR/DPR/DPD RI
Waktu: Selasa, 30 Agustus 2016

I. Dr. Hermanto (Direktur Sekolah Konstitusi)

Pemateri Sekolah Konstitusi sebelumnya:

  1. Launching, Presiden PKS, Dr. Sohibul Iman dan Dr. Hidayat Nurwahid
  2. Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra (Sejarah Pemikiran Tokoh Islam dan Perumusan Konstitusi)


II. Dr. Hidayat Nurwahid (Wakil Ketua MPR RI)
Riwayat Konstitusi RI telah melalui 4 (empat) tahapan dengan detailnya, sbb.:

  • UUD 1945 (Periode 18 Agustus 1945 – 27 Desember 1949)
  • UUD RIS (Periode 27 Desember 1949 – 17 Agustus 1950)
  • UUD Sementara (Periode 17 Agustus 1950 – 5 Juli 1959)
  • UUD 1945 (Periode 5 Juli 1959 – sekarang)

Periode MPR yang pertama kali melakukan sosialisasi perubahaan UUD yakni pada kepemimpinan 2004-2009, di bawah kepemimpinan Dr. Hidayat Nur Wahid.

Referensi Otoritatif: http://www.mahkamahkonstitusi.go.id/index.php?page=web.Berita&id=11776#.V8ykOZp95E4

Moderator: Mustafa Fahri, SH., LLM.

  • Riwayat Hidup Ridwan Saidi
  • Lulusan FISIP UI (Gabung dengan FH)
  • Ketua Umum PB HMI
  • Anggota MPR, 1977-1987, FPPP

Telaah kritis GPK (Gerakan Pembaruan Keagamaan), mengkritisi pemikiran Nurcholish Madjid tentang Ketuhanan.

III. Ridwan Saidi (Ideologi Institusi dan Piagam Jakarta)

Dalam penyusunan konstitusi hanya ada 2 (dua) hal:

  • Pemikiran
  • Legal Drafting

Gagasan bentuk Kerajaan sebagai bagian Konstitusi tidak dibahas, tapi sumbangan setiap Kerajaan hingga masuk dalam proses melahirkan konstitusi.

Ada 3 (tiga) tokoh yang terkait dengan penyusunan konstitusi:

  1. Dr. Radjiman
  2. Soepomo
  3. Husni Thamrin


Ridwan Saidi telah menulis buku Rekonstruksi Sejarah Indonesia, dan Kaukus Kedutaan Arab mendukung proyek penulisan ini, dan sedang menerjemahkan tulisan ini, karena banyak hal yang terbantahkan dari apa yang diyakini saat ini.

Di antara fakta yang terbantahkan secara ilmiah adalah:

a. Benarkah Hindu dan Budha diyakini sebagai agama yang pertama masuk ke Indonesia?
Asumsi yang digunakan untuk mendukung tesis ini saat ini hanyalah bahwa pada:

  • Abad ke-4 H, muncul agama Hindu karena diyakini ada Kerajaan Tarumanegara
  • Abad ke-7 H, muncul agama Budha, karena diyakini ada Kerajaan Sriwijaya

Dukungan tanpa fakta ilmiah ini berawal dari kesalahan pembacaan terhadap Prasasti Ciaruteun dan Prasasti Batu Tumbuh, Kampung Kurus, Sukapura, Riau. Ada 7 (tujuh) prasasti yang terkait dengan tesis ini, dan seluruhnya berbahasa Hindi Khmer (Bahasa Sastra Indochina), tulisannya bukan Palawa, dan bahasanya bukan Sansekerta. Sebagai contoh, Prasasti Projomerto yang sebenarnya berisi tentang corak-corak batik namun justru dianggap Silsilah Raja Jawa, tentu kesalahan ini sangat memalukan.

Dalam prasasti Ciaruteun (mengutip Wikipedia)
vikkrantasyavanipat eh
srimatah purnnavarmmanah
tarumanagarendrasya
visnoriva padadvayam
:: Srimartah Purnawarmana Tarunanaga, Raja Khmer Kingdom

Dalam Prasasti Batu Tumbuh, menceritakan proses wafatnya Purnawarman saat kena senjata. Kata Gomati-Cakung itu bukan sungai tapi genangan air. Candrabhaga juga bukan sungai. Arti sebenarnya adalah sinar bulan purnama yang jatuh di taman, disitulah ia menghembuskan nafas terakhir. Purnawarman dengan demikian buat orang Indonesia, apalagi diakui orang Bekasi.

b. Benarkah Kerajaan Sriwijaya dianggap penyebar Budha?
Ada satu prasasti yang sangat disenangi arkeolog Perancis. Dalam prasasti itu dijelaskan maklumat untuk suatu desa tentang pajak.
Ditemukan di Bangka, desa Malaykul (dibaca Malayur oleh Coedes). Malayur padahal di Cambodia, bukan di Jambi. Prasasti serupa juga ada di Thailand karena adalah hal yang biasa jika prasasti digandakan dan dipajang.

Prasasti itu bukanlah hukum, tapi yang bertuah. Hukum itu baru dianggap berlaku jika sudah ditempatkan di tempat umum, seperti lembara negara. Hammurabi, abad 17 SM, punya 19 prasasti dipajang di bukit Persia. Prasasti Yemen (era Nabi Hud a.s.( abad ke-3 M, tentang syahadat, itu di tempat umum.

Sriwijaya dengan demikian bukan di Indonesia. Pada abad ke-7 M, Kapal dagang China tenggelam. Kaisar China memerintahkan I Ching untuk mencari dimana Sriwijaya. Dia mencari Sriwijaya 25 tahun (hingga rajanya wafat duluan), akhirnya ke Kedah. Orang Kedah bilang, Sriwijaya di Koromande, orang-orangnya dari suku bangsa Wijayalaya. Kalau begitu, Sriwijaya bukan kerajaan, tapi mobile for system, berpangkalan di Koromande dengan wilayah kekuasaan Maritim Aksis dari Teluk Bangala, Semenanjung Malaka sampai Selat Sunda. Nantinya dikalahkan oleh bangsa Sangkalan dari Bangladesh atas perintah Bangsa Sahpur, Persia.

Sebagai ringkasan, selain Sriwijaya dalam Prasasti yang bermakna Mobile for System, juga ada pada prasasti lain. Pada abad ke-9 M, berdiri kerajaan Champa. Abad ke-11 M, umatnya masuk Islam dan menjadi kerajaan Islam Chempa di abad ke-17 M, tapi di luar dikenal Kerajaan Sriwijaya. Kata Sri merupakan partikel yang biasa, hal ini karena di wilayah tersebut tidak ada kemungkaran, dan berdiri di sana masjid besar bernama Masjid Toli. Nantinya tahun 1832 dihancurkan Vietnam, dan diganti menjadi Hinding. Tempat ini perlu dikunjungi untuk pendalaman akarnya, jika kaum muslimin sempat berkunjung ke Vietnam.

c. Darimana muncul gagasan Ketuhanan Yang Maha Esa?
Jika ada diskursus bahwa Presiden harus Indonesia Asli telah dihapus, maka diaman ada gua maka disana ada orang Indonesia asli. Perlu diketahui bahwa awal hunian ada di Gua. Di Tulungagung, Kalimantan ada gua. Banten ada 3 gua yaitu Sempu, Masjong, Homa-homa. Di Jakarta ada 6 gua yaitu Istiqlal, Masjid Tanah Abang (bawahnya Goa), dan ada empat lagi.

Kekuasaan yang Maha Tinggi, menurut teori Linguistik, Prof. Karen (1956), Nortovel, dan James Collin (1984), yang pertama kali datang ke sini adalah orang-orang dari Lautan Keduh Pasifik 3000 tahun yang lalu. Tanah Merah ada di Indramayu, Priuk, Pejompongan. Membawa faham Tuhan, Ahu Aviki (Aku tidak tahu apa-apa di luar diri saya, Tuhan tidak terjamah). Makanya sekarang sering orang sebut: Au!

Kalau merujuk Genesis untuk melihat timeframe, diperoleh bahwa Queen of Seba, abad 1 atau 2 M, King of Solomon, abad 9 SM. Diceritakan di Genesis bahwa ia datang ke sebuah tempat bernama Ophir untuk mencari emas. Linguistik ada metatesis. Dari abad ke-14 orang bekerja mencari Ophir di mana, yakni di Tanah Batak. Tapi Ophir metatesis dari piro, Sipirok.

Dalam legenda ada Datuak perpati nan sebatang. Tang artinya luhur. Aditiawarman, patiah nan sabak, perdana menteri. Saba-i nan alwi. Di Sumatera Selatan ada Sabo thinking: pengikut saba’. Sabian: sungai di Tangerang. Di Jakarta ada jalan roda 2 dan 3, pasar ikan, yahpad (Allah jauhkan), sudah ada abad ke-2 dan 3M.

Dalam test darah oleh Universitas Kebangsaan Kuala Lumpur, dan juga IPB, menemukan bahwa pada dasarnya orang-orang Indonesia adalah ras Melayu, tidak ada campuran China, Arab Yaman, tapi ada migrasi kromosom dari West Afro dan West Asia. Proses Genealogis ini berlangsung ribuan tahun lalu. Adapun China baru mulai bermukim abad 16 M di Bandangan, Kota, kampung mereka dinamakan Gondang Tai, karena orang China jorok banyak yang buang tai sembarang. Disinilah nenek moyangnya orang-orang China di Indonesia. Telaga Moro di Pulau Puteri, diganti jadi Pulau Bidadari abad 4 M.

d. Kapan nenek moyang Indonesia mulai beragama?
Mulai beragama abad ke-7, fresh from the oven, yakni Islam sebagai agama pertamanya. Ketika Daulah Ismailiyah, 650M, ada 3 puak yang tidak bersepakat dengan beliau yakni Basrah, Bahrain, dan Oman. Mereka pergi ke Rarah, Malabar, Koja (orang yang kaya), ada 400 kosa kata Malbali ada. Berdirilah Lahmuri di Aceh, ditemukan uang Emas, Zanbiah disana. Kertapati Palembang menjadi pemakaman. Masjid atap terbuka model Karbala, Lamulian. Banten Kasunyetan ada, mihrab, minaret, dan kadang-kadang ada kolam.

Budha di Kuil, Candi tempat periwayatan. Maka Budha tidak bisa menunjukkan dimana Kuil tertuanya. Kristen bisa tunjukkan Gereja Nestorian di Samosir, juga abad ke-7. Mengapa terlambat penyebarannya? Karena Kristen tidak membentuk Kerajaan. Indonesia awalnya beragama Salam, Selam, maka di Betawi: Salemba (Ba: kampung). Belanda marah, buat madat, dan kampung dibubarkan. Kita ada daun Salam, tidak ada daun Budha dan daun Hindu.

Abad 11 M, baru datang orang-orang Malabar. Di Jatim ada Fatimah binti Maimun. Di Kediri ada situs yang sebenarnya tempat wudhu namun dibilang Hindu, padahal dibikin oleh Fatimah binti Maimun. Disinilah baru mengenal syariat Islam. Orang-orang Koja dari Malabar itu banyak yang kaya.

Abad ke-13 M kita mengenal Power System, pengaruh daulah Islamiyah yang merosot dan lari ke sini, Torki. Berdirilah kerajaan-kerajaan Kesultanan Islam dari abad ke-13 sampai 15 M. Abad 15 M, sudah ada Hukum Laut Melayu, sebagai wujud konsep hukum.
Hukum Laut Melayu berasal dari piagem. Kerajaan Kertajaya yang membuat di Betawi. Marunda, Ulujami. Asmat Asbak, Hamba Allah, abad ke-17, oleh pengadiilan Belanda mengenal Hukum Islam. Seluruh pesisir tidak ada Kesultanan menerapkan hukum Islam kecuali Buleleng. Kristen mengalami kemunduran karena tidak bentuk kerajaan dan tidak memiliki power system.

e. Apakah Hukum Islam selalu terkait Potong Tangan?
Di Bima tidak diberlakukan, di Malaka juga tidak, Kedah tidak, Patani tidak. Hukum potong tangan ditemukan berlaku di Sulu, Filipina.
Negara Islam bukan wacana, tapi sudah pernah ada. Inilah objek Byzantium 1435. Motivasi Portugis, Spain dan Belanda datang ke Indonesia adalah ini. Spain, Porto di Indonesia Timur, Belanda di sini. Malaka dan Sulu kuat, makanya Malaka dihancurkan Portugis.

f. Dimanakah posisi Walisongo?
Timeframe? Maulana (Persia) Malik Ibrahim, 1419 M, pasti kalah pengaruh dengan Fatimah binti Maimum yang sangat kaya. Kalijaga, itu Pajang, basenya ada di Demak. Kerajaan itu aslinya dibuat karena emas. Makanya Ratu Syeba juga karena emas. Fatimah Naut, penyair Mesir menyebutkan bahwa sebelum abad ke-7 para pelayar Muria tahu bahwa ini AnduNisi. Ini bahasa Swaheli, Andu artinya ibu suri, Nisi artinya kenegeria. Orang Arab sudah benar membacanya, dan orang Jerman yang salah membaca menjadi Indonesia, Sebastian. Hamadi, pulau paling Timur, Al-Masyriq.

Raden Wijaya itu Islam. Sebelum Kesultanan Islam tidak ada Kerajaan agama. Sampai hari ini, PAD Demak rendah, banyak dari Bis. Karena raja butuh emas, misalkan untuk memanggul raja. Hancurkan Kalapak, Pakuan.

Rafiudin, IAIN Serang, mengaku keturunan Syarif Hidayatullah, leluhurnya Yahudi Mesir. Di sebelah masjid Agung ada tianat, bencana, istilah Nabi Nuh a.s.

1580, lagi shalat Jum’at dibunuh di Smudeang, Gedung Negara. Pelumpuhan sejarah dilakukan karena refund atas kekalahan mereka. Sejarah telah dirusak, berawal oleh De Chraft, De Graff, pengurus Majelis Gereja.

Tidak ada Kesultanan Palembang perang dengan kesultanan Aceh. Sudah persatuan Indonesia, diikat Islam Power System. Sebelum Kesultanan Islam tidak ada kerajaan Hindu Budha. Seorang pendeta HKBP ditanya apa arti Toba tidak tahu. Toba itu berarti Hunian Manusia. Sudimara itu Gua. Sudimara, semoga kita cepat besar. Main di Priuk, ada kampung, Padamaran, maju bersama. Nama jalan dicabut pemulung. Susah membaca naskah lagaligo. Rujuklah dengan benar negarakartagama dan Lagaligo yang dapat dipertanggung jawabkan.

Sebagai ringkasan, bahwa Indonesia adalah bumi Islam. Kristen maju lambat karena tidak membuat kerajaan, salah sendiri. Konstitusi harus berpijak di bumi, tidak bisa mengawang-awang. Piagam Jakarta secara hukum eksis karena digunakan sebagai konsideran mengingat dekrit Presiden. Bukan dokumen sejarah, konsideran mengingat. Huruf B. Induk UU, dirinci dalam Adendum. Indahkan orang dulu mengapa tidak potong tangan. Balai Pustaka banyak salah menerjemahkan prasasti, dan tidak menguasai aksara kuno, sehingga tidak terlalu mendukung pelurusan sejarah.

Bagaimana cara membangun negeri ini? Brand Power Development System Ketemu orang Palestina dan Irak tidak ada yang tolol. Sejarah kita satu kesatuan. Identitas itu penting.

Pondok Bahar ada di Tangerang dan Cililitan, dan ada Kampung Bahri di Cilandak dan Priuk. Orang Basrah Irak dimana? Terlihat dari marga Khamis. Pasar Kemis di Tangerang itu pasar Khamis, karena tidak jauh dari situ ada Pasar Burang, biasa membuat kerajinan Burung, orang Irak. Orang Oman, suka gabus, bukan gabus ikan.

g. Bagaimana adanya Candi?

Abad 8 M, Borobudur (Nama Bukit, bujur), tempat perayaan, bukan sembahyang. TIdak ada orang Budha sembahyang di Borobudur. Di Tangerang ada Borobujur. Relief Candi Borobudur semua menggambarkan kedatangan bangsa-bangsa Arab. Begitu juga Candri Prambanan (ramba: terbuka; tempat terbuka), Loro Jonggrang, Rumbia, dibuat dari batu hitam, pakaiannya Belly Dancer, orang Egypt.

Bagaimana dengan Orang Lautan Keduh? Bikin Candi Ceto, sama dengan Cikinitsa di Amerika Peru. Gunung Padang merupakan proyek sia-sia bernilai IDR 4 M. Tidak ada piramid di atas bukit, pasti rubuh. Yang ada disana adalah maco ucikus insana, model pemakaman iwaliku, yang ada di atas bukit itu. Cipari Kuningan? Perempuan melingkar.

Gua-gua di Indonesia, bagus-bagus namanya. Batak memberi nama 7 lapis langit. Kedongtanah (Istiqlal), Rawamangun (Sodong), Condet, Kampung Tenang, Pamulang, Gintung.

Dari sisi Bio Antropologi, 331 SM, dihajar segregig, baru muncul lagi native people, as-Sisi. Kalau ada orang sipit, Indochina dan Mongol juga sipit. Kata China itu bahasa Mongol yang artinya mirip, boong-boongan, orang-orangan. Bidara China artinya bukan bidara laut, bidara boong-boongan.

PERTANYAAN-PERTANYAAN:

h. Bagaimana dengan terma Bhinneka Tunggal Ika?
Ini merupakah redaksi dari Naskah Mpu Kanwa, waktu agama Budha pecah belah. Maknanya secara umum meski beda-beda kita tetap Buddhis. Oleh karenanya, ketinggian kalau diangkat menjadi konsep Indonesia. Semboyan kita adalah Padamarang, Sudimara.

Bhinneka: belum tentu diartikan keragaman. Keragaman biasanya menggunakan kata Aneka. Ridwan Saidi curiga, ini jampek, bukan mantra. Jampek adalah untaian kalimat yang tidak bisa diartikan karena memang tidak ada maknanya sama sekali.

Perlu juga diketahui bahwa Aditiawarman bukan raja tapi gelar. Marajo Dirajo, itu raja. Nama tidak penting, yang penting nomenklatur, pangkatnya.


i. Siapakah yang paling berperang terkait risalah BPUPKI?

Risalah BPUPKI, Islam tidak banyak berperan. Yang banyak berperan Sukarno. Pemikiran Sukarno sebenarnya banyak dari polemik dengan tokoh-tokoh Islam.

  • Muchtar Luthfi, Jubir Nasionalis
  • Amad Hassan: Keralai, Melayu Singapore
  • Natsir:
  • Pedoman Masyasarkat Rasulullah, Surat-surat Islam dari Endeh.

Dalam Pidato Parindra Cabang Jakarta, pemakaman M. Yamin, kata “Tuhan Yang Maha Esa” sudah disebut. Legal Drafting dikerjakan oleh Supomo. Beliau mengerjakan 3 UUD (1945, RIS, 1950) karena beliau dikenal sebagai Ahli Hukum Adat.

M. Natsir vs. Soekarno, tentang ide-ide kenegaraan menguat.

Konsepsi dasar MPR, DPR, itu konsepsi Kerajaan Lama. Abad 4, berdiri Pagaruyung (lurus). Bernard Grewn, abad ke-5, sudah mengenal Teknik Pertanian yang maju. Benar. Parigi berarti irigasi. Di Tanah Datar ada Batu Batikan (Pariangan), di Sungai Ciburian  ada Monumen Stone. Di Sudimara: Belem, di Cililitan: Belem dan Hek. Pari Angan dari perpadian, jangan Parahiyangan, kehindu-hinduan, karena akan bermakna. Sedane: lurus. Mataram, Tempat Berlindung. Mahruya, tempat berlindung, menjadi Meruya.

Istilah raja ada Rajo Marajo. Di Sunda ada Prabu, di Mataram: Raja.

Konsep Majelis, di Materam. Di Sunda ada Dewan yakni Resi. Di Padang, ada Mimi. Demikian juga Siliwangi. Dewan Resi berkuasa sekali. Demikian stelselnya. Tradisi Egypt ada Salak Pasir. Paraoh tidak berhak menunjuk anaknya, dewan resi yang kuat. Pelaksana Kuasa disebut Perdana Mentri. Di Padang ada Patiah nan saba, di Jawa ada Menteri Utama, dan di Sunda tidak ada namanya. Hak Rakyat ada Balai-balai. Thamrin, sudah meninggal, tapi sering ketemu di antara mereka, majlas. Kuat pemahaman sejarahnya.

j. Apa arti Badui?
Ba-Dui. Ba berarti hunian, dan Dui berarti terisolasi. Asalnya dari Serawak, dari Lubo Antu. Pindah ke Banten di jaman Pucuk Umum. Tamu dihormati. Ba-Sema, ini tempat kamu. Lubuk antu, menggal kepala orang. Tanjung Us, bermakna Tanjung Kenegerian. Belakang RKPAD ada: Gongseng: bukan goreng tanpa minyak, gong-seng: tamu agung.

k. Bagaimana dengan Sejarah Banten?
Sejarah Banteng bareng dengan Palembang. Pucuk Umun dari Palembang. IAIN dari Serang, lurus ketemu pertigaan, jalan ke Pandeglang, ada masjong, sebuk. Lokasi istana, selalu Titau, huruf T, bukit. Pucuk Umun 1526 diserang oleh Mataram. Gujarat tidak bisa bangun Power System

Dalam kurun periode 1526-1552, vakum. Maulana Hasanuddin, Yusuf, Muhammad, 3 Maulana memimpin. Vakum 26 tahun. Hingga datang orang Oman, Abdul Kadir. Nama native Indonesia adalah Segiri, Tapi, Sake 1813, Sultan haji, yang native, itu juga hanya 2 tahun. Ada Tirtayasa, Fatkhi, ini Malbari.

l. Diskursus Fatahillah?
Raja Mondari, Fam Sudan, diduga membunuh 30rb betawi. Fatahillah menyerang Kalabar jam 2 malam, yang punya Pajajaran. Yang memiliki kertajaya. Punya lembaga peradilan. Raja terakhir, Tandang, setandan pisang, flip vertikal jadi mahkota.

Pertanyaan yang belum terjawab terkait Fatahillah adalah mengapa diserang? Mengapa tidak berkuasa?
Karena ada 4 kerajaan lain: Tirem, Cengkareng, Us, Tanah Abang.
Belanda baru masuk 1419, dibawa Kerajaan Tanah Abang, di bawahnya ada gua. Nyebarkan Islam? Kita sudah Islam.
Basrah, Oman, Bahrain, Keralbahri, Cempa, sehingga jadi Sunni. Bedug itu Asia Tenggara. Abu Sayyaf juga demen dengan bedug.
Warisan peradaban Islam.

Damak: jenis perahu Melayu. Sambas: jenis perahu Melayu. Gujarat, tidak membawa apa-apa kecuali kerusakan. Bahan: De Koto 1536 menceritakan kerusakannya.


m. Siapakah Yahudi?
Yahudi tidak punya sejarah. Sejarah bagi yang punya domain. Yahudi muter-muter, sehingga tidak ada peradaban, sehingga ia perlu sejarah. Jika di Bible, ada Bani Israil, tidak mesti Yahudi. Israil berarti Pencari Tuhan. Istilah ini dicaploknya. Bible vesi King James, “Engkaulah yang menyelematkan putra-putra Ismail.”

Gresik ada Kampung Yunan, Simeria. Bukan Sunan Kudus. Quds, Palestina.


n. Bisakah dihubungkan antara Borobudur dan Kerajaan Sulaiman?
Secara timefram tidak sesuai. Borobudur: abad 8 M, sementara Nabi Sulaiman a.s. ada di abad 9 SM. Sejarah itu kronologi. Sulaiman a.s. bukan Gatotkaca yang bukan tokoh sejarah, tidak perlu time frame.

Huruf Palawa terlalu didewakan, seakan dulu bahasa Sansekerta. Bukan, kita Bahasa Melayu. Teks Hukum Laut Melayu, Teks Armenia, agar dipahami oleh banyak pelayar. Ronggo warsito, abad 19.


o. Bagaimana terkait Kerjaaan dan Masjid Demak
?
Masjid di Jawa itu arsitektur Melayu, termasuk Ampel. Tidak ada arsitektur Gujarat. Perubahan hanya ditemukan pada penggunaan material. Tiang Tatal, itu pas perubahan. Dipasang karena banyak orang tua ketika Shalat dan berdiri perlu cari tiang.

Deman dimana berkantor? Periode 1478-1550, hanya memiliki 3 pati. Dananya darimana? Hanya perang.
Hubungannya dengan Syarif Hidayatullah. Sherif. Omar Syarif: Yahudi. Desan Ulun: Islam

Soldier of Fortune. Syarif Hidayatullah bunuh Cirebon. Pase: tukang ribut, bukan pasai. Samudra Pasai bunuh orang gujarat, bukan 6000 ulama. Terlalu banyak.

Abis hancurkan Banten, 1526-1552, 26 tahun vakum. Di Jakarta pada periode 1527-1590 baru masuk Wijjaye Krame (Hindustan). Diganti Wijaye Karte (Hindu), Wijaya Kusuma juga hindu. Dikasih KTP sama DKI. Tubagus Angke, Jayakarta, Ranamenggala. Hindu atheis dari koromandel. Berkuasa 1590-1616 M. Orang Hindu, makamnya diipuja-puja. Presiden Sembah Bombay.

p. Siapakah Kesultanan Butan?
Bonto nama perangkatnya. Wolio, abad 13, jadi Kesultanan Islam, sebelumnya sudah Kerajaan. Kerajaan setelah generasi Luwu. Ada hubungan Luwu dan Wolio dalam Galigu. Kenapa tidak ada dalam sejarah? Karena selama ini hanya fokus di Sejarah Jawa. Peran sejarah penting.

q. Bagaimana Piagam Jakarta
Misi dari tokoh-tokoh Nasional mendatangi Jakarta. Andi Jemma termasuk yang pertama, karena ada kalimat syariat. Mungkin Wolio juga. Pertanggung jawaban tokoh-tokoh Kesultana seperti apa, setelah diiming-imingi kalimat ‘Kewajiban Menjalankan …’.


r. Darimana istilah Betawi?
Bekawi, perdu, umbi. Daun ketepeng, perdu tidak bisa tegak, kalau tidak ada jengkar. Jangkar itu betawi.

s. Terkait peristilahan?
Abdul Karim Pridogdigdo banyak berperan memasukkan istilah. Baswedan: tidak banyak kontribusinya. Naskah rejang dan lahat, naskah palembang.

Jangan terkesima dengan palawa. Gunakan Aramaik dan Mindanao, baru ketemu sumbangan Islam dalam ketatanegaraan.
Bahasa Sumeria juga perlu dipelajari.

Tangerang Selatan ada Gintung, Pamulang.vCengkareng: Karaeng, kekuasaan. Ceng: rendah hati. Petta, Mena. Baku Aji, Moment Stone. Pekasi, Bekasi, Besakih, tempat yang disucikan dan dihormati. Tidak terkait dengan Kesultanan Banten. Poris: Kota. Lari dibilang Rari. 5 sub-power system berhubungan dengan Melayu, cuman namanya Aji, nama panggilan kehormatan, bukan Haji ahli ibadah.

t. Terkait nama Pohon?
Flora, Kontur. Ceger: Tanah Rusak, Simprug: Tanah Rusak. Poncol: Naik. Kecuali nama orang, Ki Apang, Petamburan. Cekdem, Cideng, che: raja tanah abang. Kamal: Raja Cengkareng, bukan asem. Di pesisir tidak ada pohon asem.

u. Bagaimana memperjuangakan Mengaji sebagai bagian dari Perda Cianjur?
Draft Perda Cianjur yang diajukan adalah ngaos: mengaji, mamaos: tembang nasihat baik dengan kecapi, dan menko: silat. Sebelum silat, mengaji dulu, baru dilanjutkan diisi mamaos.

Ngaos digagalkan kemenkumham, karena tidak diterima. Padahal Kaji: studi, berilmu. Di Tangerang Selatan: Bambu larangan. Ilmu padi baru aja, dahulu ada ilmu bambu, kota Bambu lembaga ilmu di petamburan. Jakarta Tengah: Jalah Kaji Petojo. Akar peradaban itu menuntut ilmu. Banyak orang bahkan takut dengan alif.

v. Apa makna Darussalam?
Salam itu mengacu kepada agama. Selam kata orang-orang sini. Brunai negara salam, Kesultanan Palembang, daerah salam.
Semacam commonwealth, bersatu.

Bukan seperti analisa Dokter Wahidin, sebagai hasil 10 orang duduk-duduk di belakang kebangunan nasional, pakai blangkon. Sumbangan Islam tidak kecil. Kesultanan Abad 13 M.

w. Catatan Tifatul Sembiring (Ketua FPKS)
Guru Mugni, dll, tidak pernah tawuran. Manggarai, kosong daerah pengajian, perang. Membanggakan diri bekas.
Matraman, kampung narkoba. Tanah Abang, baru rusuh setelah muncul geng-geng.

Tanjung Pinang, Pulau Penyengat.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here